Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian yang terus meningkat. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memengaruhi kondisi mental, salah satunya adalah timbulnya perasaan hopelessness atau keputusasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat hopelessness pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 90 pasien hemodialisis. Instrumen yang digunakan adalah Beck Hopelessness Scale (BHS). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat hopelessness. Hasil: Dari 90 responden, diperoleh hasil bahwa 46 responden (51,1%) mengalami hopelessness kategori ringan, sedangkan 44 responden (48,9%) mengalami hopelessness kategori sedang. Tidak ditemukan responden dengan hopelessness kategori berat. Kesimpulan: Mayoritas pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mengalami hopelessness pada kategori ringan hingga sedang. Hal ini menunjukkan pentingnya peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan dukungan psikologis serta intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan motivasi dan kualitas hidup pasien.